Diam mengenangmu kadang menghidupkan duniaku yang lama mati
Diam mengenangmu membikin suara di radio lebih semarak dari penyiarnya
Diam mengenangmu melebihi arsip sms, email bahkan nomor telepon
Diam mengenangmu bertubi-tubi akan hadir bersama rasa laparku belum makan hari ini
Dan, diam mengenangmu wujud harapan yang cuma bisa kulempar ke langit
atau terbenam pada kedalaman sanubari….

Tidak ada komentar:
Posting Komentar